Bagaimana sebuah isu viral di media sosial bisa berujung menjadi kebijakan publik? Pertanyaan inilah yang dijawab langsung oleh para siswa SMA/SMK/MA saat mengikuti sit-in class Prodi Administrasi Publik (AP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam program UMS Future Insight 2025 Sabtu (13/12/2025).
Mengangkat tema “From Viral to Legal”, perkuliahan satu hari ini mengajak siswa mengulas kembali isu-isu yang sedang ramai di media sosial, lalu menelusuri bagaimana sebuah masalah publik tidak serta-merta menjadi kebijakan, melainkan harus melalui proses dan tahapan yang sistematis.
Dalam kelas ini, para siswa merasakan langsung pengalaman kuliah mata kuliah Siklus Kebijakan Publik, mulai dari agenda setting, identifikasi dan perumusan masalah, formulasi kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi, hingga evaluasi. Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan realitas Gen Z, sehingga mahasiswa sehari ini tidak hanya mendengar, tetapi ikut berpikir dan berdiskusi.
Sebagai studi kasus, Nurul Hidayati, S.AP., M.A.P., dosen Prodi Administrasi Publik UMS, mengajak peserta untuk mengulas fenomena bencana alam dan kerusakan lingkungan yang saat ini marak diperbincangkan. Isu yang relevan membuat diskusi mengalir dinamis. Meski dalam waktu singkat, para siswa mampu menjelaskan kembali alur kebijakan publik dengan cara dan bahasa mereka sendiri.
“Suasana kelas terasa hidup. Para siswa terlibat aktif dalam diskusi dan menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap isu yang dibahas, khususnya untuk yang saat ini sedang. Ketika diminta mengulas kembali apa yang terjadi, mereka bisa menjelaskan sesuai sudut pandang masing-masing,” ujar Nurul Hidayati, S.AP., M.A.P.
Dari Ruang Kelas ke Kampus
Usai perkuliahan, peserta diajak mengikuti Campus Tour di lingkungan Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, melihat langsung ruang kelas, laboratorium, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran yang dimiliki Prodi Administrasi Publik.
Partisipasi Prodi AP dalam UMS Future Insight 2025 ini menjadi bagian dari upaya UMS, bersama 39 program studi lainnya, untuk memberikan pengalaman otentik “sehari menjadi mahasiswa” bagi siswa SMA/SMK/MA maupun gap year.
“Kami menantikan kehadiran teman-teman yang hari ini mencoba menjadi mahasiswa. Bukan hanya merasakan, tetapi benar-benar melanjutkan perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa Prodi Administrasi Publik UMS,” ujar Kaprodi Administrasi Publik, Labib Muttaqin, S.H., M.H.“
Keseruan Jadi Mahasiswa AP
Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satunya dirasakan oleh Fitri, siswa SMK Negeri 1 Surakarta.
“Hari ini saya jadi tahu bahwa masalah di sekitar kita, opini publik, dan berita yang beredar memiliki pengaruh besar dalam proses pembuatan kebijakan,” ungkapnya.
Ia juga mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh wawasan baru tentang administrasi publik sekaligus mengenal lingkungan kampus UMS.
“Seru, karena dapat pengetahuan tentang administrasi publik dan bisa melihat langsung fasilitas kampusnya. Lingkungannya asri, teduh, dan nyaman untuk belajar,” tambahnya.
PMB UMS: Saatnya Lanjutkan Pengalaman
Bagi siswa yang ingin melanjutkan pengalaman ini, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS telah dibuka. Jangan berhenti di pengalaman “sehari jadi mahasiswa”. Jadikan ini langkah awal menuju masa depanmu sebagai analis kebijakan dan pelayan publik profesional. Segera daftarkan diri melalui pmb.ums.ac.id. Prodi Administrasi Publik UMS siap menjadi ruang belajar bagi calon pemimpin masa depan.(nap)
