Sosialisasi Karakter Al-Amin di Prodi Administrasi Publik UMS

Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Karakter Al-Amin (06/12/2025) sebagai bagian dari penguatan nilai akhlak dan integritas mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ach Zulfikar, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya.

Ketua Program Studi Administrasi Publik UMS, Bapak Labib Muttaqin, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembelajaran di prodi ini tidak hanya berfokus pada ilmu duniawi, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan. Ia menekankan pentingnya membentuk lulusan yang cerdas secara akademik sekaligus berkarakter religius dan amanah.

Materi inti disampaikan oleh Bapak M. Junaidi, S.Ag., M.Ag., M.H. sebagai Koordinator Implementasi Karakter Al- Amin, beliau menyoroti kondisi sosial yang sedang diliputi krisis empati dan menurunnya sikap amanah, lalu mengajak mahasiswa melihat keteladanan Rasulullah SAW sebagai Al-Amin. Untuk memperjelas pesannya, beliau menggunakan beberapa ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari maupun sejarah Islam.

Beliau menyinggung kisah pemindahan Hajar Aswad, yang menunjukkan bagaimana Rasulullah mampu menyelesaikan perselisihan antar kabilah dengan pendekatan yang adil dan tidak memihak. Ilustrasi lain yang disampaikan adalah kisah seorang penggembala kambing yang bertemu serigala, yang digunakan untuk menunjukkan bahwa amanah tidak hanya berlaku pada perkara besar, tetapi juga pada hal-hal sederhana sekalipun.

Beliau juga mencontohkan bagaimana seorang hakim pada masa sahabat tidak dipilih pertama-tama berdasarkan kecerdasan, tetapi karena integritasnya yang tidak diragukan. Contoh lain muncul dari kisah ahli tafsir yang menyampaikan makna mimpi raja dengan cara yang baik, menggambarkan pentingnya kemampuan menyampaikan kebenaran dengan adab dan komunikasi yang tepat.

Berbagai contoh tersebut digunakan untuk menegaskan bahwa nilai kejujuran, amanah, integritas sosial, dan tanggung jawab moral harus hadir dalam kehidupan mahasiswa, terutama yang kelak akan terjun dalam bidang pelayanan publik.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif, salah satunya membahas apakah seseorang berdosa jika berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang berselisih. Pertanyaan ini menjadi pembahasan menarik mengenai batasan etika dalam upaya mencapai kemaslahatan.

Kegiatan turut diisi dengan penjelasan mengenai aplikasi pembelajaran yang digunakan mahasiswa, termasuk modul dan evaluasi yang harus diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan lebih memahami nilai-nilai karakter Al-Amin serta pentingnya menerapkannya dalam kehidupan pribadi maupun dalam profesi administrasi publik. (nap)

Scroll to Top