Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah melaksanakan kegiatan benchmarking kurikulum ke dua perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Selasa, 2 Juni 2026, dan Universitas Indonesia (UI) pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kaprodi Administrasi Publik UMS, Labib Muttaqin, S.H., M.H., bersama tim dosen dan staf akademik, sebagai bagian dari komitmen pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, kebutuhan akademik, serta tuntutan dunia kerja.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi UMS diterima oleh Dr. Mawar, S.IP., M.AP. selaku Ketua Prodi Administrasi Publik UMJ dan Dr. Muh. Azis Muslim, M.Si. selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara UI. Diskusi berlangsung intensif dengan mengangkat sejumlah isu strategis yang telah dirumuskan dalam daftar pertanyaan benchmarking, antara lain: keunikan program studi dibandingkan prodi sejenis, strategi integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kurikulum inti maupun mata kuliah non-AIKem, pengelolaan laboratorium kebijakan publik dan modul praktikum yang relevan dengan birokrasi modern, serta mekanisme magang mahasiswa terkait durasi, mitra kerja sama, dan sistem evaluasi.
Selain itu, pembahasan juga menyoroti strategi mendorong kelulusan tepat waktu, sistem monitoring dan evaluasi capaian pembelajaran lulusan (CPL), relevansi mata kuliah penciri dengan kebutuhan dunia kerja dan kebijakan publik, serta tantangan utama dalam proses akreditasi dan strategi memenuhi standar LAMSPAK/IAPA maupun BAN-PT. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi substansi penting dalam diskusi, sehingga benchmarking tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan masukan konkret untuk penguatan kurikulum Prodi Administrasi Publik UMS.
Melalui kegiatan ini, UMS memperoleh wawasan berharga mengenai praktik terbaik pengelolaan kurikulum, sekaligus membuka peluang kerja sama riset, pertukaran akademik, dan pengembangan jejaring antarperguruan tinggi. Benchmarking ke UMJ dan UI menjadi langkah strategis untuk memperkuat kurikulum, meningkatkan kualitas lulusan berkarakter Al-Amin, serta menjawab tantangan birokrasi digital di era global.
